Rabu, Februari 25, 2009

RAWON IGA SAPI


Setelah 2 kali berturut-turut tak mengikuti event ini, sekarang saya kembali ikutan meramaikan kegiatan kuliner yang salah satunya digawangi oleh mbakyu  Ayin

Ini merupakan kedua kalinya saya menampilkan masakan khas dari Indonesia, yaitu Rawon. Menu yang satu ini mempunyai ciri khas yang tak bisa dilepaskan, yakni berwarna hitam kelam. Beberapa orang dari luar daerah Jawa pun banyak yang agak segan untuk menyantapnya, jika mengingat warna kuah yang gelap itu.

Jika sebelumnya saya menyajikan Rawon khas gaya Surabaya dengan menggunakan daging has luar, sekarang saya ingin mengkombinasikan bagian lain dari sapi yang pasti tak kalah lezat, Iga. Teringat akan kenangan masa kecil, maka saya tak ragu untuk menambahkan potongan labu siam ke dalam kuah gurih ini. Labu siam ?? iya, labu siam, cukup enak lho, lebih sehat juga kan, mengingat ada unsur sayur di dalamnya.

Sejujurnya, ketika kecil dulu sempat bertanya pada Ibu saya, mengapa kebanyakan dari orang surabaya menambahkan potongan labu siam. Selain berfungsi sebagai sayuran, labu siam juga merupakan siasat jitu bagi keluarga besar seperti keluarga saya saat itu ( kami enam bersaudara ).... sssst... jadi masakan rawonnya terlihat lebih banyak dari biasanya... ...hehee !!


Rawon Iga Sapi_Rachmah

Bahan-bahan / Ingredients
1/2 kg Iga Sapi
1 bh Labu Siam, potong dadu agak besar
1 ikat daun bawang, potong 1 cm, sisihkan
1 bh serai, geprek 
6 lembar daun jeruk 
1 iris tipis selebar ibu jari laos 
2 sdm air asam jawa 1/2 ons taoge pendek  

Bumbu Yg dihaluskan : 
6 siung Bw. Merah 5 siung Bw. Putih 2 bh Cabe merah, goreng bentar,untk hilangkan bau langu 1/2 sdt Ketumbar 1/4 sdt Merica 1/2 sdt Jinten 1 cm Kunyit 1,5 cm Kencur 1 sdt Terasi 8 bh Kluwak, ambil isinya, haluskan Gula Garam 4 sdm minyak goreng, untk menumis Msg(hanya jika suka, aku tdk pakai)


Cara Memasak / Direction :
1. Tumis bumbu halus sebentar, mskkan serai daun jeruk, laos, aduk smp harum. Beri air asam jawa, aduk rata. 2. Besarkan api, mskkan iga sapi rawonan, aduk hingga berubah warna, tuangi dgn air secukupnya ( tergantung selera kita, tingkat kepekatan rawon kadang berbeda setiap orang ). 3. Masak hingga daging matang dan empuk 4. Setelah iga sapi empuk, masukkan potongan labu siam, potong dadu besar. Beri potongan daun bawang, biarkan mendidih dan labu siam 1/2 matang. Matikan api. Sajikan hangat dengan sambal tomat, plus trancam kacang panjang dan taoge pendek.

Jumat, Februari 20, 2009

Kue Lumpur Ungu BergizI



Untuk yang kesekian kalinya, saya masih ingin menuangkan rasa penasaran saya untuk mengeksplor kue yang satu ini, pokoknya habis-habisan deh', sampai-sampai tidak peduli apakah orang yang melihat postingan ini bakal bosen karenanya. Kalau kata orang jawa sih " Sing Penting Marem Ning Atiku " 

Jadi,  saya ingin tampilkan kue lumpur kali ini dalam NUANSA UNGU !!

Photobucket

Bahan :
120 cc Susu UHT cair
75 gr gula pasir
1 butir telur antero, kocok 1/2 kental
75 gram tepung terigu
150 gr kentang, kukus, haluskan
250 gr ubi ungu / " telo ungu "
2 gr garam
10 gr margarin cair

Cara Membuat :
1. Kocok telur dgn whisk sampai 1/2 mengembang/kental
2. Taruh tepung, garam dan gula dalam baskom, tuangi susu, aduk rata (smp gula larut)
3. Tuangkan kocokan telur, aduk rata
4. Masukkan kentang dan ubi ungu yg telah dihaluskan, aduk rata
5. Tuangkan margarin cair, aduk, diamkan adonan sejenak, 10-15 menit.
6. Panaskan cetakan, oles dgn sedikit minyak/margarin. Biarkan panas.
7. Tuangkan adonan kue ke tiap lubang cetakan, hingga 3/4 penuh. Tutup, biarkan smp adonan adonan 1/2 matang, beri topping keju hias. Tutup lagi, biarkan hingga adonan matang (bisa dilihat jika dipegang bagian atasnya sudah tidak lengket lagi)
8. Angkat, dinginkan.
Hasil Akhir : +/- 12 bh
*****************************************************

Selasa, Februari 17, 2009

Sayur Asem Sambal Kukus


Sayur Asem_By Rachmah

Menu ini aku benci karna selalu harus nambah Nasi !! Tapi, menu ini juga selalu bikin kangen & dirindu, apalagi jika hujan-hujan begini, ampuuuun ! sayang kali ini nggak ada ikan asin . 


BAHAN :
-------
1 bh Ikan Tuna kecil (kukus, suwir2 dagingnya/pake kalengan)
2 bh Bawang Daun, potong kecil2
1 bh Cabe merah, iris tipis

Tempe, kukus
Sambal Terasi

2 ikat Kangkung
50 gr Kecambah Dele

Bumbu Halus Sayur :
5 bh bawang merah
4 bh bawang putih
1/2 sdt terasi bakar
3 bh kemiri

1 ruas laos, geprek/iris
1 sdm asam jawa matang
Garam
Gula


CARA MEMBUAT :
--------------
A. Dadar Pindang (Tuna)

PhotobucketPhotobucketPhotobucket


B. Sambal Tempe Kukus
Kukus Tempe. 
Siapkan bahan sambal : cabe rawit, cabe merah (buang 
isinya), garam, gula, terasi, haluskan tak terlampau halus. 
Ambil tempe kukus , penyet/tekan-tekan dalam sambal terasi. Sajikan.

Photobucket


C. Sayur Asem
- Didihkan air, masukkan bumbu halus + laos + asam jawa. Hingga harum, masukkan kangkung & kecambah dele. Bubuhi garam & gula, masak hingga mendidih. Angkat sajikan.

Photobucket

Rabu, Februari 11, 2009

PIE BROWNIES



Pie ….selalu menjadi favoritku, karena pembuatannya cukup mudah, cepat dan bisa tahan lama walau tak perlu memakai bahan pengawet.

Resep ini telah mengalami modifikasi bahan dari original resepnya - resep asli berjudul Cheese Pie Brownies, aku dapat ketika mengikuti kursus kue di Al Via, Rungkut Mapan Timur, Surabaya .

Ini sekaligus aku persembahkan untuk entry dalam VIRTUAL POTLUCK WOL (Wanita Online Society) dalam rangka Valentine's Day yang ada dalam bulan Februari ini.
Photobucket

Roundup entry event ini bisa dilihat DISINI !!



PIE BROWNIES
modified by Rachmah Setyawati
-------------------------------------------

Bahan untuk kulit pie :
-----------------------------
310 gr Mentega
200 gr gula halus
2 butir telur antero & 1 kuning telur
70 gr susu bubuk
570 gr tepung terigu +/- (hingga tekstur tak terlalu padat,kyk kaastengels)

P.S.: KULIT PIE INI JG BISA DIGUNAKAN SEBAGAI ADONAN KULIT PIE
BUAH

Bahan untuk browniesnya :
--------------------------------
220 gr Mentega
370 gr Dark Cooking Coklat
6 btr telur antero
330 gr gula pasir
220 gr tepung terigu
40 gr coklat bubuk
30 gr susu bubuk
Almond slice, untuk topping

Kulit Pie :
---------------
Kocok margarine dan gula halus sampai rata(jangan terlalu lama asal margarin lembut saja, tidak perlu sampai lumer putih pucat), mskkan telur, kocok kembali sebentar, sementara ayak tepung terigu dan susu bubuk. Setelah adonan telur+ margarine agak lembut tercampur, masukkan campuran tepung dan susu bubuk. Aduk rata, diamkan sekitar 20 menit dalam kulkas. Keluarkan, siap cetak dalam cetakan pie yang kecil. Tusuk2 dasar pie dgn garpu.


Adonan Brownies:
--------------------------
1. Cairkan butter, margarine & DCC /Dark Cooking Chocolate , sisihkan (teknik tim)
2. Kocok telur dan gula sampai ½ mengembang saja/gula hancur, sementara ayak bahan tepung, susu .
3. Masukkan cairan DCC + margarin, aduk rata.
4. Terakhir masukkan ayakan tepung terigu,susu & coklat bubuk serta baking powder . Aduk rata , sisihkan.

Penyelesaian :
• Tata kulit pie pada loyang panjang, tuangi dengan adonan brownies sekitar ¾ nya saja, beri topping almond slice, panggang dengan oven suhu pertama 160°C, jika brownies terlihat mulai mengembang, kecilkan api sekitar 150°C, oven sampai brownies terlihat matang,kuning kecoklatan, angkat.



Sabtu, Februari 07, 2009

Rujak Tolet Khas Kota Surabaya

Almost Forgotten Indonesian Culinary Heritage

Jika kita menyinggung tentang kuliner khas kota Surabaya, rasanya tak kan pernah lepas dari aroma petis udang (shrimp paste). Mulai dari yang paling terkenal, Rujak Cingur, Lontong Balap dan Sayur Asin. Walau sejatinya, "gudang"nya petis udang justru bukan Surabaya, melainkan kota Sidoarjo - yang tak jauh dari Surabaya.

Ditengah-tengah kepopuleran Rujak Cingur dan Lontong Balap, sebenarnya ada satu lagi makanan khas Surabaya yang mulai jarang dijumpai. Bahkan Di tempat saya dibesarkan dulu pun - daerah Pandegiling, hanya satu orang yang tetep bertahan menjualnya.


Jika anda mengaku sebagai orang Surabaya asli, dipastikan tak kan asing dengan makanan ini, iya ! Rujak Tolet .

Namanya unik bukan ?! Tolet , artinya hampir sama dengan Colek. Kenapa begitu??berdasarkan " informasi turun temurun " di keluarga, dinamakan begitu karena cara makannya biasa tidak perlu pakai garpu/tusuk, cukup dengan tangan kita (yg pasti sudah bersih kan'). Kita ambil potongan buahnya dan kita colek bumbu petisnya, bahkan paling nikmat jika mencicipi bumbu rujak tolet dengan cara mencolek pakai ujung jari telunjuk kita...hehee endang bambaaang (kalo kata Pak Bondan Winarno).

Yang membedakan bumbu rujak tolet dengan jenis rujak lainnya adalah paduan rasa petis yg dicampur dengan kecap manis, sedikit gula merah bertemu dengan rasa khas bawang putih goreng. Woww, apalagi jika harus ditambahkan potongan cabe rawit ...hemmmm.... Top Markotop deh !!

Namun, diantara bumbu dan racikan buah-buahan yang ada dalam rujak tolet, yang paling saya suka sejak balita dulu adalah tahu kuningnya. Dulu, sukanya beli cuman tahunya saja, sambil dicolekkan ke bumbu petisnya...uhhh sedep !! sampai-sampai Ibu Penjual Rujaknya suka cemberut & akhirnya membatasi "quota" tahunya.

Ingin menikmati rujak tolet sambil mengenang kenangan masa kecil kita dulu??? Yuuk, kita buat sama-sama ...

1*
Bahan-Bahan:
Aneka Buah-buahan
Tahu Kuning

2*
Bumbu-bumbu
Photobucket

3*
Siapkan sebuah piring makan, ambil kira-kira 1 sdt Petis Udang, 1/2 sdt Bw. Putih Goreng, Cabe Rawit (potong2 pake sendol saja), 1/2 sdt Air Asam Jawa, sedikit Gula Merah, kucurkan sekitar 3 sdm Kecap Manis, ulek rata menggunakan punggung sendok tadi.

Photobucket Photobucket


4*
Mulai racik aneka buah-buahan di atasnya, seperti Kedondong, Pepaya (3/4 matang), Bengkoang, Timun, Nanas, Belimbing & Mangga Muda, jika sedang musim, kita biasa juga menggunakan buah Jambu Monyet (jambu mente).  Lalu irisan tahu kuning (tahu diberi bumbu kunyit, bw putih & garam, lalu dikukus sebentar & digoreng setengah kering). Terakhir taburkan bawang putih goreng.

Photobucket
Photobucket


Liputan ini saya persembahkan untuk event yang diadakan oleh Teman Tercinta nun jauh di Belanda. Jika teman-teman ingin mengikutinya bisa langsung KLIK DISINI, batas akhir pengiriman entry untuk event ini adalah tgl. 20 Februari 2009 pukul 06.00 WIB.
Jadi masih tersisa waktu 10 hari lagi kan ?!!

Senin, Februari 02, 2009

Ayam Tangkap - Indonesian Traditional Food

Pertama kali melihat postingan tentang masakan ini adalah lewat blog Mbak Ani Kurniadi.

Saking penasarannya, aku coba googling lagi resep dari masakan khas Aceh ini, dan bertemu lagi dengan resep yg hampir sama dgn yg dibuat mbak Ani, yaitu di blog Mbak Dessy. Mengingat aku sendiri belum pernah mencoba rasa asli dari masakan ini, jadi waktu mempraktekkannya cukup ragu-ragu akan hasil akhirnya.

Tapi setelah mempelajari resep mbak Dessy & mbak Ani, akhirnya aku memutuskan untuk menggabungkan kedua resep tersebut. Dan inilah hasil modifikasinya .....

Hasil akhir : Karna aku menggunakan daun kari / temuru jadi aroma khasnya sangat beda dgn olahan ayam goreng lainnya. Kesimpulannya... AKU SUKAAA ..!


Resep modifikasi by Rachmah
------------------------------------------------

Photobucket

Satu ekor ayam kampung muda,potong-potong kecil2, lumuri jeruk nipis.
2 sdm Kecap Asin
1 sdm Kecap Ikan
Haluskan bumbu : 15 siung bawang putih
8 bj kemiri sangrai
1/4 sdt ketumbar halus
3 cm jahe
1sdt garam + 1/2 sdt gula pasir
10 Siung Bawang Merah, iris kasar.
8 bh Cabe hijau, potong2 (jika ingin pedas pake cabe hijau keriting)
4 Genggam Daun Kari/Temuru ( aku tambahkan jg bbrpp daun jeruk)
8 lembar daun pandan, potong2
Minyak Goreng , untuk menggoreng



Direction
---------------------------

1. Photobucket
Setelah ayam dilumuri jeruk nipis dan didiamkan sejenak. Beri bumbu halus, campur rata pada ayam, beri kecap asin & kecap ikan. Diamkan 15 menit.

2. Photobucket
Panaskan minyak goreng secukupnya. Ambil satu genggam daun kari, daun pandan & bbrp daun jeruk, goreng hingga harum. Angkat sisihkan.

3. Photobucket
Goreng Ayam bumbu dengan minyak bekas gorengan daun-daun tadi, sampai kering/matang empuk.

4. Photobucket
Masukkan potongan bawang merah & cabe hijau, aduk hingga harum.

5. Photobucket
Masukkan semua potongan daun pandan & sisa daun jeruk, aduk rata harum.

6. Photobucket

Terakhir masukkan semua sisa daun kari, aduk rata, masukkan sisa gorengan daun-daunan pertama tadi, goreng semua hingga daunan jadi harum dan kering (tidak sampai gosong). Angkat, tiriskan ..siap disajikan dengan sambal hijau atau balado.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...