Selasa, Agustus 25, 2009

Bubur Ayam Kuah Soto Bening

Seumur hidupku, baru sekali ini makan bubur ayam saat sahur di bulan Ramadhan. Sempat ragu, apa enaknya?? Ternyata cukup nyaman di perut lho, enak nggak terlalu berat rasanya.

Duuuh, putriku yang cantik, terima kasih ya, karna telah mencintai masakan ibumu ini. Semoga puasa & ibadahmu hari ini diridhoi Allah SWT.

Dan akhirnya... Sang Bubur Ludezzz tak bersisa...


3857133126_56cc98b9d8

Ingredients:
1 1/2 genggam beras putih, cuci bersih, rendam sebentar
8 gelas air putih
1/4 sdt garam halus
1 bh Wortel, uk. kecil, potong2 dadu kecil, tumis sebentar dgn 1 sdm minyak zaitun - agar bau langu wortel hilang.

2 bh Telur Rebus, potong jadi dua

Kuah Soto :
Air
1 Fillet Dada Ayam, uk. agak besar
2 siung bw. putih
1 siung bw. merah
1 ruas jari kelingking Jahe, iris2 tipis
1 ruas jari kunyit, iris2 tipis
sedikit merica
1/2 sdt garam
1/4 sdt gula pasir
1 btg serai
2 lbr daun jeruk
1 btg Daun Bawang/ Bw. Prei
1 btg Seledri


Directions:
Buat Kuah Soto :
1. Didihkan air secukupnya , setelah mendidih, masukkan bw. putih, bw. merah, kunyit, jahe, daun jeruk & serai. Biarkan sebentar.
2. Masukkan daging filet ayam, kecilkan api, masak hingga ayam lunak.
3. Bubuhi merica, garam & gula. Cicipi. Biarkan mendidih, matikan api. Tambahkan potongan daun bawang & seledri. Angkat.sisihkan. Ambil fillet dada ayam, iris menyerong tipis2 / suwir2.


Buat Bubur :
Masak beras yg telah direndam dengan 6 gelas air, biarkan mendidih, masak hingga menjadi hancur, bubur, jika kurang hancur, bisa tambahkan air hingga bener2 menjadi bubur. Setlh itu masukkan garam dan tumisan wortel. Aduk2 rata, biarkan mendidih kental, matikan api.


Sajikan Bubur dengan irisan ayam dan telur rebus, disiram dengan kuah hangat bumbu soto bening.

Senin, Agustus 24, 2009

Buntut Sapi Kuah Shittake

Ini dia nih ... si buntut sapi yang tempohari nggak jadi dipakai kelinci percobaan resep warisan kuliner Pindang Buntut Sapi, hehehehe. Akhirnya, diramu dalam kemasan kuah yang beraroma kuat jamur Shittake. Hmmm I do like jamur , lately !

Pingin nyobain juga .... boleh dicoba sebagai alternatif menu sahur / buka lho.
Semoga bermanfaat juga buat keluarga tercinta ya .



Buntut Sapi Kuah Shittake




Ingredients:

Resep by Rachmah Setyawati
--------------------------------------------

400-500 gr Buntut Sapi, bersihkan
2 siung bawang putih, geprek saja
3 siung bawang merah, iris tipis2
1/4 bulat bawang bombay, iris 1/2 memanjang
4 butir Cengkeh
1/2 bulat biji pala
1 sdm Air Asam Jawa
Air secukupnya
3 sdm Minyak Zaitun
1 sdm Kecap Ikan
1/2 sdm Kecap Teriyaki, kokkiman
4 sdm Kecap Manis

10 bh Jamur Shittake segar, iris memanjang
1 sdm minyak Zaitun
Bawang Merah Goreng



Directions:
1. Panaskan 3 sdm minyak zaitun dipanci presto, tumis irisan bw. merah dan bombay, baru masukan bw. putih, aduk hingga harum.
2. Besarkan api, masukkan potongan Buntut Sapi. Aduk2 cepat. Masukkan Kecap Ikan dan Kecap Teriyaki, aduk hingga buntut berubah warna, tuangi air secukupnya, kecilkan api.
3. Masukkan Air asam jawa, cengkeh, pala dan kecap manis. Matikan api. Tutup panci presto , masak kembali hingga kurleb 1/2 jam ato hingga buntut sapi lunak.

4. Jika buntut sapi sdh lunak, matikan api. Tumis pada wajan, 1 sdm minyak zaitun, masukkan potongan jamur shittake. Aduk2 hingga keluar aroma. Matikan api, masukkan tumisan jamur shittake ke dalam kuah buntut sapi tadi. Didihkan kembali. Matikan api.

Sajikan hangat beserta taburan bawang merah goreng.....

Pindang Bandeng Menu Buka kali ini....

Kali ini, ceritanya nih lagi terpesona melihat tayangan Bango Nusantara hari Sabtu siang kemarin. Ada ditampilkan resep menu andalan dari sebuah rumah makan yg berkonsep alami di daerah Jawa Barat, kalau tidak salah namanya Kampung Daun apa ya????!! (maaf jika salah menyebutny).

Sebenarnya menu andalan yang ditayangkan wkt itu adalah Pindang Buntut Sapi. Apalagi nonton acaranya pas siang2 yg notabene lagi puasa. Ya sudah ... masuk deh dalam target masak keesokan harinya.

Besoknya, udah persiapan beli buntut sapi, tp kok nanggung banget ya cuman 1/4 kg aja, pas nyampe dirumah gak punya salah satu bumbu yg diminta lagi. Alhasil itu buntut tak berhasil dimasak pindah hari itu. Justru malah kepikiran memasaknya dengan kuah Jamur Shittake...weleh weleeh...

Kemarin sore, kebetulan dapat rejeki limpahan 2 ekor bandeng yg cukup besar dari tetangga sebelah rumah yg doyan banget mancing. Alhamdulillah....ini dia nih !! ini yg patut dijadikan target masakan PINDANG dari tayangan itu...hehehehhe (*devil's laugh mode on)

Hasilnya suegerrrr banget, mantap bumbunya...... patut dicobain deh !! Sayang tadi nggak sempat beli kemangi & tomat buah sebagai garnishnya...tapi sudahlah...ini pun udah wookeh banget rasanya.

Terima kasih pada acara Bango Nusantara, citarasa warisan kuliner Indonesia, TOP BGT deh !!



Pindang Bandeng_Rch


INGREDIENTS :
-------------------
1 Ekor Bandeng, ukuran besar, bersihkan sisiknya, ptong2, lumuri jeruk nipis,sisihkan

Bumbu Halus :
2 siung bawang putih
2 siung bawang merah
1/2 ruas jari kelingking Kunyit
sedikit merica
1/8 sdt asam jawa / sedikit saja
1/2 sdt Garam
1/8 sdt gula pasir

2 iris tipis Laos
3 iris tipis Jahe segar
1 btg Serai
1 lembar Daun Salam
1/4 bulat biji Pala

4 bh Cabe rawit - optional
1 bh Cabe merah , potong2 tipis menyerong
1 batang Daun Bawang/Bw. Prei, potong2 menyerong
1 bh Tomat Buah, potong2 memanjang (optional)
Kemangi (optional)


DIRECTIONS :
----------------
1. Haluskan bumbu halus.
2. Tumis bumbu halus dengan 2 sdm minyak sayur, tambahkan jahe, laos, serai dan daun salam, tumis hingga harum.
3. Tuangi air secukupnya, beri biji pala. Biarkan hingga mendidih.
4. Masukkan potongan bandeng, aduk pelan berkala, masukkan irisan bawang putih & bawang merah, serta irisan cabe merah & cabe rawit. Biarkan mendidih/bandeng matang.
5. Menjelang disajikan, masukkan potongan tomat, irisan daun prei dan terakhir daun kemangi.


Nah, yang seperti ini nih, dipake menu buka puasa hari ini.... mantap bukan ???!!

Sabtu, Agustus 01, 2009

Masak kuah yang hangat yuuk ...

Sengaja pagi tadi masak yg berkuah2 berasa pedas hangat pala dan beraroma rempah ... berharap bisa lebih menyegarkan badan ini dari kondisi "fenomena penyakit flu" yang akhir-akhir ini menyerang.

Bagi orang surabaya, kita biasa menyebutnya sebagai semur. Tapi, semur yang ini pastinya lain jika dibandingkan dengan sejenis sebutan semur di daerah Jakarta & sekitarnya ya.

Menu semur ini dulu jadi andalan Ibu saya, karna masaknya cepat dan mudah. Bahan utamanya sih bisa saja diganti dgn daging sapi plus tahu putih & irisan kentang yg digoreng setengah matang lebih dulu. 



Semur Ayam Jamur By Rachmah Setyawati

Original Recipe by Rachmah Setyawati

Ingredients :

4 sdm minyak zaitun
Air secukupnya
1 pasang bagian paha ayam, bersihkan, potong2 ukurn sedang, 
  lumuri air jeruk, sisihkan
Jamur Merang, tiriskan airnya
4 bh bawang merah, iris tipis
3 bh bawang putih, geprek/pipihkan 
4 sdm kecap manis
1/2 sdt garam
1/4 sdt gula
4 butir Cengkeh
1 cm Kayu Manis/Keningar
Sedikit Pala
Cabe rawit
1 bh Tomat Buah, potong2 jadi 8 bagian
Soun, rendam hingga lemas dikit aja, tiriskan

Directions :

1. Panaskan panci, beri minyak zaitun, tumis bw. merah & bw. putih hingga harum. Masukkan potongan ayam, besarkan api, aduk cepat hingga ayam berubah warna, beri kecap manis. Aduk rata. Tuangi air secukupnya.

2. Masukkan cengkeh, kayumanis/keningar, pala. Aduk rata, masukkan jamur & cabe rawit, aduk dan masak hingga mendidih.

3. Terakhir masukkan garam & gula, aduk rata, cicipi. Jika rasa sdh pas sesuai selera. Masukkan potongan tomat buah & Soun, matikan api. Biarkan sebentar. Sajikan hangat , bisa dengan taburan bwang merah goreng.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...