Kamis, November 26, 2009

Ayam Madu - dalam bihun renyah

Lama punya buku yg satu ini, berjudul Masakan Cina (Periplus), lama juga nggak mempraktekkannya. Dari beberapa resep yang ditampilan hanya dua resep masakan yg pernah aku coba. Buka-buka lagi bukunya, tiba-tiba penasaran melihat satu metode pembuatan ayam fillet goreng. Celupannya pakai adonan putih telur dan tepung maizena hmmmm putih telur kocok?? baru sekali ini mendengarnya.

Cobain yuuuuk .............



AYAM MADU (dalam bihun renyah)
-------------------------------------------------------------------------------------
Source : Buku Masakan Cina (Periplus), modified by Rachmah Setyawati


Ingredients :
1 fillet dada ayam, potong kotak agak lebar
(belah daging jadi dua hingga tak terlalu tebal)
1 sdt air jeruk nipis
** Lumuri daging ayam dengan jeruk nipis, sisihkan

sedikit saja merica bubuk hitam (optional)
2 genggam Bihun Mentah, potong2 agar tak terlalu panjang


Bahan celupan :
2 sdm penuh Tepung Maizena
1 butir putih telur, dari telur yg agak besar
sedikit saja garam
2 gram Soda Kue
2 sdm air dingin

3 sdm Tepung Maizena, untuk melumuri daging pertama kali

Saus :
4 sdm Madu
1 sdm Saos Sambal botolan (bisa dikurangi sesuai selera)
1/4 bagian bulat bawang bombay, iris memanjang
1/2 sdt Kecap Asin / Kecap Raja Rasa
sedikit aja garam
2 sdm air


Directions :
1. Ambil 3 sdm tepung maizena, letakkan pada piring/mangkok, lumuri daging ayam dengan tepung merata, taburi merica bubuk hitam (optional), sisihkan.
2. Kocok putih telur hingga soft peak (kental, tp nggak terlalu kaku ). Masukkan tepung maizena, soda kue, garam aduk hingga tercampur merata, beri 2sdm air, aduk lagi merata.
3. Celupkan daging ayam yg telah dilumuri tepung maizena tadi kedlam adonan putih telur, celupkan, langsung goreng dalam minyak yg panasnya cukup, Goreng hingga kecoklatan. Angkat, sisihkan.
4. Buat Sausnya : Tumis bw. bombay dengan minyak goreng/sayur, hingga harum masukkan madu dan saos sambal, serta garam dan kecap asin/ raja rasa dan masukkan jg air. Aduk dan biarkan mendidih. Matikan api. Sisihkan.
5. Siapkan minyak goreng/sayur secukupnya, ambil segenggam bihun mentah, goreng dalam minyak yg panasnya cukup, biarkan mengembang putih. Goreng hingga matang kering, jangan terlalu lama, hati2 gosong. Angkat, sisihkan.
6. Penyajian : Siapkan mangkok , isi dengan bihun goreng, tata ayam goreng madu diatasnya, siram sedikit dengan saus madunya. Beri garnis cincangan cabai merah.


Testimoni Akhir :
* Baik putri dan suami sama-sama setuju enak rasanya, ayam yg didalamnya jg empuk, tp mereka lebih menyukai menyantapkan dengan ditemani saus Mayones ( 4 sdm Mayones + 1sdt Susu Kental Manis + sedikit saos sambal botolan, aduk rata).

* Aku sendiri, baru sadar ternyata saus ini sangat mirip dengan jenis hidangan bihun goreng saus jahe yg ada di Izzi Pizza. Nah, sekarang aku tak penasaran lagi dengan kuliner itu.


Ayam Madu Step

Ayam Madu

Selasa, November 24, 2009

Food Photography and Me ...... (Part 3 -end)

Beberapa kelemahan yang aku punya dalam memotret makanan adalah minimnya insting dlm menyusun komposisi. Maka jangan heran, jika sering kali hanya menampilkan foto2 makanan dlam bentuk close up. Jarang sekali aku menampilkan foto makanan dengan settingan lengkap/berani bermain komposisi dengan properti penunjang selain objek makanan itu sendiri.

Kedua, adalah masalah pencahayaan. Selalu wondering jika melihat postingan foto teman2 yg lebih handal yang berhasil menyajikan foto2 dengan cahaya terang tp masih bisa lembut menerangi objek. Sampai sekarang masih sering sekali bingung untuk menentukan hendak mengambil cahaya yg seperti apa.

Dalam rumahku sendiri, biasanya ada tiga empat titik yang biasa aku pergunakan untuk mengambil foto. Yaitu, di ruang tamu - dengan sumber cahaya dari pintu depan, ruang tengah di meja kitchen set - biasanya aku pergunakan motret untuk malam hari dgn bantuan lampu belajr, teras belakang rumah, dan di ruang jemuran (hehehhehee...).

Ini nih penampakan ruang dan contoh foto yg sdh dihasilkan selama ini :

1. Ruang Tamu.

Presentation1_SETTINGAN

Presentation2_Settinganku2



2. Ruang Tengah, di meja kitchen set (terutama untuk setting foto malam hari).

seting 001

Presentation3 sett malam



3. Di teras belakang rumah.

seting 011
Pemakaian reflektor disini, biasanya hanya aku pakai untuk latar belakang berwarna putih/terang.

Presentation2 setting belakang rumahhh



4. Di ruang jemuran, di atas mesin cuci.

settingan jemuran
Jika di ruang jemuran ini, lebih seringnya memakai reflektor, karna cahaya yg masuk berasal dari atas fiber glass dan belakangku pd saat memotretnya.

Presentation1setting jemuran


Tentu saja , selain kedua kelemahan yang telah aku sebutkan, masih banyak banget kekurangan yg bisa ditemukan dlm foto2 yg aku hasilkan, menurut kaca mata fotografer beneran. Dan aku dengan hati terbuka akan selalu bersedia menerima segala kritikan membangun.

Sekali lagi, postingan ini hanyalah review seorang fotografer urakan yg berharap dari sedikit yg diperoleh ini semoga dapat bermanfaat buat orang lain yang belum pernah sama sekali memotret makanan, atau yg sedang bingung musti memulai.

Keep Jepret !!

Senin, November 23, 2009

Food Photography and Me ...... (Part 2)

Lama ingin mengulas tentang masalah yg satu ini. Karena, beberapa kali merasa takut akan ada yg mengatakan bahwa aku sama sekali tidak berkompeten untuk menyampaikan hal ini. Tapi, sejenak kemudian terbesit dalam pikiran, " Lho emang Gue pikirin? toh , kamu dulu jg suka bertanya2 kok tentang gimana sih orang itu bisa motrek hasil yg kayak gitu, ato kayak gini "

Jadi, baru sekarang nih .... berani menulis dan berbagi pengalaman seputar potret-memotret makanan yang aku ambil selama ini.
*** Di awal tulisan ini berasa ada warning nih " Hati-hati ! postingan ini tidak berlaku untuk profesional fotografer " ...hiaaaaaaahahahhaa... ***

Ini aku share beberapa
TIPS ala " fotografer urakan/ngawur" untuk teman2 yg belum pernah memotret makanan dengan cukup jelas gambar makanannya (nggak fokus sama sekali) :

1. Jangan minder, walau hanya punya kamera saku/pocket camera, sekalipun itu kamera hp.

2. Luangkan waktu sejenak untuk benar2 konsentrasi memotret, walau hanya beberapa menit, tp beneran fokus konsentrasi pingin motret objek makanannya.

3. Pikirkan apa yang ingin ditonjolkan/ditunjukkan dari objek yg akan difoto.

4. Persiapkan objek makanan sesuai apa yang kita ingin tonjolkan/tampilkan tadi. Sebagai langkah awal, usahakan saja tidak banyak objek lain selain objek makanan yg akan kita foto, berusaha mencari background yg netral, berwarna dasar polos, terserah warna apa aja, asal polos. Hingga konsentrasi motretnya bisa hanya tertuju kepada objek makanan yg akan difoto.

5. Perhatikan cahaya yang ada disekitar ruangan kita memotret. Coba intip lewat kamera kita, coba perhatikan apakah cahayanya sudah cukup membuat objek makanan yg akan difoto terlihat jelas. Jika cukup, maka persiapkan untuk memotretnya. Jika dirasa kurang jelas, dicari tahu dulu lewat kamera kita apa ada fasilitas untuk mengatur pencahayaannya. Jika kamera kita tak ada fasilitas itu / itu tak cukup membantu, maka mau tak mau kita harus "pindah" ruangan, cari sudut ruangan lain yg sekiranya cukup cahayanya.

6. Jika dirasa sdh cukup cahaya yg menerangi objek, kita bisa mulai jepret.... Klik !!

Selalu perhatikan dua hal ini :

1. Jangan tergesa-gesa saat menekan tombol KLIK.
Tekan tombol dengan jari telunjuk agak lama, hingga kamera bunyi 'Tittiit", kemudian tekan terus hingga beberapa detik sampai kamera selesai mengambil gambar (jgn terburu-buru melepas tangan dari tombol klik).

2. Agar gambar yg dihasilkan bisa fokus(tidak blurr/goyang pada objek makanan), usahakan memegang kamera dengan benar. Mengutip pelajaran yg disampaikan seorang fotografer Majalah Chip, cara memegang kamera (kecuali kamera hp) yang benar adalah dengan kedua tangan kita, tidak dengan satu tangan. Mengapa? Agar kamera saat mengambil gambar tidak goyang.

Jangankan dipegang satu tangan, udah dipegang dua tangan pun kadang kala aku masih goyang, mengapa?? karna biasanya aku tidak rileks saat memotret. Terlalu berpikir settingnya apa udah bener, apa cahaya nya dah tepat, dll hingga tidak tenang. Dijelaskan bahwa saat kita tak tenang , otomatis gerak jantung kita lebih cepat, hingga akhirnya napas naik turun dengan cepat pula, mau tak mau tangan/tubuh kita ikutan bergerak2.

Naah makanya, kalau motret .... harus lebih rileks ya..... hehehe (nasihat berlaku untuk diri sendiri).

Alternatif lain, adalah memanfaatkan Tripod. Alat ini tentu saja sangat membantu agar kamera tak goyang saat mengambil gambar. Alternatif terakhir, cari tumpuan disekitar kita. Bisa saja meja, kursi tinggi, almari atau lainnya, yang penting rata permukaannya. Hingga kamera kita bisa berdiri sempurna , tidak goyang.


Well, (dooh lagaknya kayak fotografer beneran, pdhl xixixiii..jauuuh)....

Semoga tips di atas bisa bermanfaat buat teman-teman yang baru memulai ingin terjun dalam hobi memotret makanan.

Food Photography and Me ...... (Part 1)

Memulai aktifitas "ngeblog" sekitar 2007, membuat aku merasa menemukan "buku diary" ku yang hilang.

Mengenal blogging, dan menemukan teman-teman yang satu minat dengan kita, serasa menemukan kenyamanan tersendiri. Tak terasa memang, hobi yang dulu aku tekuni, telah mengalami perkembangan yg cukup jauh (menurut ukuranku**).

Membuat kue, memodifikasinya. Mengolah masakan, kemudian membuat sajian yang berbeda rasa dan bentuk, duluuuu .... sekitar 10 thn yang lalu, hanya sering berkecambuk dalam pikiranku, hingga jarang aku bisa mendokumentasikannya.

Sekarang, setelah menemukan dunia baru, dunia yg penuh dengan orang-orang hebat, orang-orang yang berkomitmen tinggi pada hobi & minatnya. Membuat aku serasa ikut hanyut merasakan kenikmatan indahnya "memperluas wawasan". Bukan hanya dalam bentuk resep dan mengolahnya, tp lebih jauh lagi, adalah mewujudkannya dalam bentuk visual.

Berbekal kamera poket dan mencoba melihat dan mengamati hasil karya teman2 yang lebih dahulu terjun di bidang Food Photography ini, aku nekat saja mendokumentasikan beberapa hasil olahanku. Sejurus kemudian, tak terasa, mencoba bergabung dengan komunitas2 yg diadakan teman2 yg lebih handal, hingga sedikit demi sedikit mulai mendapat ilmu yg lebih baik dari sebelumnya.

Tapi, apa mau dikata......hehehe, kemampuan seseorang itu pasti ada batasnya. Meski punya minat dalam mempelajari bidang yang satu ini, namun sayangnya tak didukung dengan kemampuan yang ada. Aku sangat lemah dlam hal mencerna bahasa-bahasa yg "berbau" teknik. Hingga sempat aku menjuluki diriku sendiri, dengan julukan "fotografer urakan/ngawur" !

Bagaimana tidak menyebutku sebagai fotografer urakan/ngawur, sering kali aku harus terdiam lama jika ada seseorang yg memuji foto makananku, lalu mereka bertanya bagaimana caranya bisa menghasilkan foto seperti itu??
Ya, terdiamnya laamaaaaa sekali.....
Karena harus berpikir keras, musti menjelaskan dengan bahasa apa. Aku bener2 tak bisa jika harus menjelaskan menggunakan bahasa teknis itu.....semacam POI, IMHO, OE, tone, musti pake sutterspeed berapa, iso, dll. Yang ada hanya aku bisa tunjukkan lewat caranya langsung dan lewat kamera yg aku punya langsung pada yg bertanya....hehehehe, beneran urakan kan !??

Sempat rasa tak percaya diri muncul, saat menampilkan foto2 hasil jepretanku. Namun, aku jd lebih percaya diri, jika teringat akan pernyataan seorang fotografer sebuah Majalah CHIP (terbitan Gramedia) di salah satu pelatihan singkatnya dulu .... bahwa foto yang bagus adalah foto yang mampu menunjukkan apa yg ingin ditunjukkan sang fotografer, that's all !

Memang, mengetahui teknik yang baik dlm seni pemotretan akan lebih memberikan nilai plus bagi pemotretnya. Tapi, jika hanya karna merasa tak mempunyai kemampuan lebih untuk itu, tidak harus membuat kita berhenti untuk mencoba bebas mengekspresikan apa yang ingin kita dokumentasi kan ?!

So...keep jepret !

Sabtu, November 21, 2009

Pangsit Ubaya - MASBAR November 2009



Tema yang dipilih bulan November kali ini adalah Makanan Berbahan Dasar Udang. Sudah tiga kali berturut-turut tak mengikuti event ini , rasanya kangen juga....hehehe. Kebetulan, lama juga tak mengolah bahan udang di rumah.
Jadi, yuuk....kita buat snack aja kali ini.

Pangsit Ubaya_Rch
Recipe by Rachmah Setyawati

Ingredients :
6 bh Udang Pancet uk. sedang, bersihkan kupas kulitnya bersih
1 fillet Dada Ayam
1 genggam Sayur Bayam, rebus bentar aja, cincang halus
1/8 sdt Garam
sedikit aja Gula Pasir
1 btg Daun Bawang, cincang halus
1/4 bagian bulatan kecil bawang bombay, cincang halus
1 siung bw putih, geprek / pipihkan saja
sedikit merica hitam bubuk

Lembaran Kulit Pangsit
Putih Telur
Minyak Sayur/Minyak Goreng

Directions :
1. Haluskan/chopper daging ayam, dan udang , masing2 tak terlalu lembut menghaluskannya.
2. Panaskan minyak sedikit saja, tumis bw. putih, masukkan daging ayam, udang dan bw. bombay, aduk rata, hingga daging berubah warna, masukkan garam & gula, cicipi, Jika rasa sdh pas, beri merica bubuk dan cincangan daun bawang. Biarkan daging matang, sisihkan.
3. Campurkan bayam yg telah dicincang dengan olahan daging & udang yg udah matang, campur dan siap buat isian.
4. Ambil selembar kulit pangsit, isi dgn isian, bungkus, rekatkan dengan putih telur. Siap digoreng/ dioven.


Mango Sauce Ingredients :
-----------------------------
1/2 bagian utuh daging buah mangga Gadung
(yang matang, manis dan tak berserat)
1 sdm Plain Yoghurt
1/4 sdt Saos Sambal Botolan

Rabu, November 18, 2009

Crispy Oyster Mushroom in a Deep Mango Sauce

Kudapan yang sedang trend di kota Surabaya ini nih, sayang sekali jika dilewatkan. Pertama kali merasakan olahan krispy jamur tiram ini, serasa tak percaya jika ini adalah sebuah jamur. Berasa seperti mengunyah daging / kulit ayam saja.

Kali ini ingin mencoba dengan cara yg sedikit berbeda tetapi hasil akhirnya tak jauh berbeda pula dengan resep yang terdahulu sih ( KRIUK JAMUR TIRAM - http://kedaikuistanaku.blogspot.com/2009/06/kriuk-jamur-tiram.html ) . Sama-sama krispy dan enak. Bedanya cara yg sekarang lebih sederhana/cepat.



Jamurku_Rch

Recipe by Rachmah Setyawati
Ingredients :
------------------
5 lbr lebar jamur tiram segar
1 butir telur utuh / air matang biasa
1/4 sdt Garam Halus
75 gr Tepung Terigu, protein sedang
20 gr Tepung Maizena
2 gr Baking Powder

Minyak Goreng


Directions :
-----------------
1. Kocok lepas telur utuh, sisihkan.
2. Potong2 memanjang Jamur Tiram segar.
3. Aduk rata bahan kering.
4. Celupkan langsung potongan memanjang jamur tiram segar ke dalam kocokan telur/air.
Cara1


5. Ambil celupan jamur tiram, tiriskan sedikit kocokan telur/airnya, masukkan ke dalam campuran tepung terigu tadi. Lumuri , sambil sedikit ditekan-tekan rata, agar menempel sempurna.




Mango Sauce Ingredients :
-----------------------------
1/2 bagian utuh daging buah mangga Gadung
(yang matang, manis dan tak berserat)
1 sdm Plain Yoghurt
1/4 sdt Saos Sambal Botolan

*** Cara : Blender semua bahan di atas jadi satu, hingga lembut, siap digunakan sebagai dressing.

Senin, November 16, 2009

Creamy Soup with Fresh Rosemary

Diantara teman-teman ada yang sedang bete/boring/bosan ??
Kalau saya, justru pada saat di puncak kejenuhan dan stress, malah ingin "berolah raga" di dapur. Ntah mengerjakan apa ... yang jelas "luapan kelebihan energi" itu harus disalurkan secara positif.... hehehe...

Bete dengan masalah plafon dapur yang sedang rusak, kontan saja membuat saya tak bisa bergerak bebas. Ingin "olah raga" di dapur, tapi keadaan tak memungkinkan.
Akhirnya, tak kurang akal juga. Pilihan jatuh ke kompor portable. Ambil , bawa ke dalam ruangan rumah, lihat-lihat stok bahan makanan yang ada di lemari ...... dan sejurus kemudian jadi sudah hidangan sup krim hangat.

Buat Yuuk.... mudah kok....




Creamy Soup with Fresh Rosemary
by Rachmah Setyawati
-------------------------------------------------

Ingredients :
1 Bks Sup Krim Jagung instant, merk Royco
200 cc Susu UHT
300 cc Air
sedikit garam , bila suka asin

1 bh sosis sopini/ayam, potong dadu kecil
8 bh jamur champignon/ merang, potong dadu kecil
1 batang Rosemary Segar, cincang kasar
1/2 sdt butter/ margarin



Directions :
----------------
1. Siapkan panci kecil, beri butter/margarin, panaskan hangat, tumis jamur dan sosis, aduk2 harum, tuangkan susu dan air. Aduk.
2. Kecilkan api, masukkan bubuk sup krim jagung instant, aduk rata. Besarkan sedikit apinya.
3. Biarkan mendidih, aduk berkala, beri garam bila suka. Bila sdh mendidih dan kental, matikan api, masukkan cincangan daun rosemary segar.
4. Siap dihidangkan bersama Crouton. Atau bisa jg sebagai isian Zuppa Soup.

**Crouton kali ini, saya buat hanya dari roti tawar biasa yg tanpa kulit. Pulas dengan mentega/margarin sedikit saja di masing2 permukaannya. Panaskan di wajan teflon/anti lengket, dengan api kecil tanpa minyak. Bolak balik hingga kecoklatan agak kering, potong2 dadu. Siap dipakai.


Sup Krim Jagung Rch1


Selasa, November 10, 2009

Lele Goreng

Ikan jenis ini cukup populer di daerah pulau Jawa. Kalau boleh bilang sih, bentuk & teksturnya itu selalu mampu membuat kaum wanita / para ibu-ibu geli untuk mengolahnya.

Berlendir, hingga agak sulit untuk dipegang saat membersihkannya. Harganya cukup ekonomis jika dibandingkan harga ikan lainnya.

Dari sekian banyak jenis ikan, ini dia yang paling disuka oleh putriku. Saking sukanya, hingga bisa saja dalam 3 hari berturut-turut dia minta dibuatkan menu ikan yang satu ini. Macam olahannya pun tak mau yang aneh-aneh, selain digoreng dengan rasa yg cukup asin......pluss sambal tomatnya.

Hmmm.... terbayang kan ....bisa jadi dalam satu minggu itu ibunya bakal beraroma sedap Lele Goreng deh ! hehehe..







LELE GORENG
recipe by Rachmah Setyawati
--------------------------------------------

Ingredients :

6 bh Ikan Lele, bersihkan organ dalamnya, cuci bersih di air mengalir, potong bagian sungutnya
2 Siung Bawang Putih
1/2 Ruas Kunyit
1/2 sdt Garam
3 sdm Air

Minyak Sayur



Directions:

1. Haluskan bw. putih, kunyit dan garam, beri air , ratakan hingga garam larut.
2. Balurkan bumbu halus ke seluruh bagian lele yg telah dibersihkan. Diamkan sejenak.
3. Panaskan minyak sayur/goreng, masukkan lele berbumbu, goreng hingga matang.


Sajikan dengan sambal tomat/ sambal terasi.


Kerang Rebus Kuah Bening

Sejak mengenalkan jenis seafood yang satu ini pada putriku, langsung saja menu ini selalu jadi santapan favorit di rumah kami.

Kebetulan sekali siang tadi bisa menemukan kerang ini dalam kondisi yg masih segar dan cukup besar pula ukurannya.

Untuk jenis seafood, memang harus diakui, seringkali kita tak perlu membutuhkan bumbu yang lengkap saat mengolahnya. Hanya dengan bumbu sederhana saja, kenikmatan original dari bahan seafood itu sudah bisa kita nikmati.

Jika terdahulu aku suka mengolahnya dengan bumbu khas sayur bening/bayam (seperti yg disini : http://zodiakkaspo.multiply.com/recipes/item/59/Kerang_Rebus_Daun_Salam_-_Indonesian_Traditional_Food.
Kali ini cukup mengolahnya dengan bumbu yang lebih sederhana. Hasil akhirnya, enak banget....apalagi aku untuk menambah kuat sensasinya , aku tambahkan beberapa cabe rawit di dalamnya, sehingga kuahnya berasa asem manis pedas segarr !!

Selamat mencoba teman......




KERANG REBUS KUAH BENING
recipe by Rachmah Setyawati
-------------------------------------

Ingredients :

3 siung bw. putih, geprek saja
1 Bawang Bombay, uk. kecil, potong tipis lebar bulat - atau terserah selera
1 lembar daun salam segar
5 biji cabe rawit
1 sdt garam
1/2 sdt gula pasir

800 gr Kerang Darah, dengan cangkangnya.
air secukupnya.

Direction:
1. Rebus air hingga mendidih, masukkan bw. putih, daun salam, biarkan sebentar baru masukkan kerangnya.
2. Kemudian masukkan bawang bombay dan cabe rawit.
3. Biarkan mendidih, bubuhi garam & gula sesuai selera.
4. Masak hingga matang, jgn terlalu lama, sekitar 15-20 menit / hingga dagingnya dah empuk saja, tak sampai bertekstur kenyal.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...